SELARAJA SEHAT DAN SEGAR TRANSFORMASI LAHAN DESA MENJADI KEBUN GIZI MANDIRI

Authors

  • Hilmansyah, Hesti, Septiya,Siti Nurhasanah,Ade Farid Hasyim, Ajeng Muliasari, Omah Mukarromah. STKIP SYEKH MANSHUR

Keywords:

Kebun Gizi Mandiri, Ketahanan Pangan,Ekonomi Sirkular

Abstract

Ketidakstabilan harga komoditas pangan pascapandemi dan tingginya angka stunting di wilayah perdesaan menuntut adanya strategi kedaulatan pangan berbasis rumah tangga. Desa Selaraja menghadapi tantangan serupa, di mana potensi lahan pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga ketergantungan warga terhadap pasokan pangan eksternal tetap tinggi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi lahan tidur menjadi Kebun Gizi Mandiri melalui program GEMARSEGA (Gerakan Mandiri Sehat dan Segar). Metode yang digunakan adalah Asset- Based Community Development (ABCD) yang dikolaborasikan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pengukuran hasil panen dan literasi gizi. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi fisik lahan pekarangan yang sebelumnya 70% tidak produktif menjadi kebun gizi organik dengan sistem A-Frame vertikultur yang efisien ruang. Secara teknis, penggunaan saprodi lokal seperti bambu dan pupuk organik mandiri terbukti meningkatkan produktivitas hingga 3–5 kilogram sayuran per siklus panen. Secara ekonomi, program ini mampu mereduksi pengeluaran belanja dapur rumah tangga sebesar 15% hingga 25%. Lebih dari sekadar perubahan fisik, intervensi ini berhasil memperkuat modal sosial (social capital) dan menumbuhkan rasa kepemilikan psikologis (psychological ownership) masyarakat melalui aksi kolektif penanaman bersama perangkat desa. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi antara teknologi tepat guna yang rendah biaya dan dukungan struktural pemerintah desa merupakan kunci utama keberlanjutan kemandirian pangan. Program GEMARSEGA berhasil mengubah mindset masyarakat dari konsumen menjadi produsen pangan mandiri, sekaligus meletakkan fondasi bagi Desa Selaraja menuju Smart Village yang tangguh gizi dan adaptif terhadap inflasi pangan global 2026.

References

Ahmad, R., & Sastro, W. (2023). (Pada et al., 2024) Jurnal Ketahanan Pangan Nasional, 12(2), 145-160. Arifin, Z. (2025). Pemanfaatan Bambu Lokal dalam Desain Pertanian Vertikal di Wilayah Rural. Jurnal

Arsitektur Hijau dan Lingkungan, 9(1), 22-35.

Bastian, A., et al. (2023). Local Food Resilience: Strategies for Household Food Security. International Journal of Agricultural Sustainability, 21(4), 402-418.

Budiarto, T. (2021). Analisis Ekonomi Mikro Pemanfaatan Lahan Pekarangan terhadap Efisiensi Pengeluaran Rumah Tangga. Jurnal Ekonomi Pedesaan, 15(3), 210-225.

Fauziah, N. (2025). Psikologi Perilaku Kesehatan: Menciptakan Lingkungan Pendukung untuk Gerakan Hidup Sehat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 20(1), 55-70.

Gunawan, I. (2024). Faktor Penentu Keberhasilan Transformasi Lahan: Antara Bantuan Fisik dan Rasa Kepemilikan Psikologis. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Terpadu, 8(2), 112-128.

Hanyfah, S., Fernandes, R., & Budiarso, A. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif: Deskriptif Komprehensif dalam Studi Sosial. Jakarta: Pustaka Akademika.

Hardinsyah, P. (2024). Laporan Ketahanan Nutrisi Nasional: Kedekatan Sumber Pangan dan Bioavailabilitas Mikronutrien. Jakarta: Badan Pangan Nasional.

Li, X., et al. (2022). Global Supply Chain Disruptions and Local Food Inflation: A Comparative Study.

Journal of Global Economics, 30(2), 88-104.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyadi, A., dkk. (2021). Modal Sosial dan Aksi Kolektif dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal

Sosiologi Pedesaan, 19(3), 301-315.

Nasution, H. (2020). Kepemimpinan Paternalistik dan Difusi Inovasi di Akar Rumput. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 24(1), 15-29.

O’Connor, M. (2023). Community-Led Development: Participatory Models for Rural Innovation. London: Development Press.

Prasetyo, D., & Utami, S. (2024). Transformasi Agrikultur Perdesaan: Menggali Potensi Lahan Tidur untuk Pengentasan Stunting. Jurnal Agronomi Indonesia, 52(1), 40-55.

Putri, R., dkk. (2022). Intervensi Gizi Spesifik melalui Kebun Gizi Mandiri untuk Penanggulangan Anemia.

Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 18(4), 178-190.

Rahayu, S., & Wijaya, K. (2023). Collaborative Governance: Sinergi Akademisi, Pemerintah, dan Masyarakat dalam Pembangunan Desa. Jurnal Administrasi Publik, 11(2), 200-215.

Santoso, B. (2021). Kualitas Fitonutrien pada Sayuran Organik Farm-to-Table. Jurnal Teknologi Pangan, 14(2), 95-108.

Suryana, A. (2023). Resiliensi Wilayah dan Pengelolaan Sumber Daya Pangan Mandiri. Jurnal Pembangunan Wilayah, 19(2), 130-144.

Tanaka, K., dkk. (2025). Psychological Ownership and Sustainability of Social Programs. Journal of Community Psychology, 53(1), 12-28.

Zulkarnain, M. (2025). Smart Village Indonesia 2026: Manajemen Pangan Berbasis Data Digital. Jurnal Teknologi Informasi Desa, 7(3), 250-265.

Downloads

Published

2026-03-28