PENTINGNYA KESADARAN MENJAGA KESENIAN KHUSUSNYA KESENIAN DAERAH BANTEN PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Keywords:
Kesadaran Budaya, Kesenian Banten, Seni rupa,Abstract
Seni tradisional daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa Indonesia, namun keberlangsungannya semakin terancam oleh tekanan globalisasi dan terbatasnya pengenalan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini membahas pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan seni tradisional, khususnya kesenian khas Banten seperti debus, rudat, patingtung, dan motif batik Banten, di kalangan siswa sekolah dasar. Permasalahan yang mendasari kajian ini adalah menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional serta masih terbatasnya ruang bagi budaya lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan kajian pustaka, observasi partisipatif, dan pengalaman lapangan yang diperoleh melalui kegiatan pengenalan seni rupa bagi siswa sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penanaman kesadaran budaya sejak dini melalui pembelajaran seni rupa berbasis kearifan lokal mampu menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab anak terhadap warisan budaya daerahnya. Selain itu, integrasi kesenian Banten ke dalam kegiatan menggambar, mewarnai, dan mengenal motif batik terbukti efektif dalam membangun apresiasi estetis sekaligus nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, kesabaran, dan kebanggaan terhadap identitas lokal. Artikel ini merekomendasikan agar sekolah dasar, guru, dan orang tua secara kolaboratif mengintegrasikan muatan seni daerah ke dalam pembelajaran seni rupa dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya berkelanjutan untuk melestarikan budaya.
References
Feranisa, F., Sukaesih, S., & Erwina, W. (2017). Rancang bangun bibliografi beranotasi Debus Banten. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan, 5(1), 65–78. https://doi.org/10.24198/jkip.v5i1.11194
Handayani, S., Sukarno, S., & Sriyanto, M. I. (2021). Nilai karakter pada motif batik sejarah khas Ngawi sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 619–626. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.774
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Fasilitasi sarana kesenian di sekolah, jaga seni tradisional tetap lestari di tangan generasi muda. https://jendela.kemdikbud.go.id/v2/kebudayaan/detail/fasilitasi-sarana-kesenian-di-sekolah-jaga-seni-tradisional-tetap-lestari-di-tangan-generasi-muda
Miranti, A., Winarni, R., & Anesa. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam motif batik Wahyu Ngawiyatan sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.763
Rohim, D. C., Hartono, & Rokhman, F. (2025). Eksplorasi unsur dasar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran seni budaya: Strategi pengembangan kreativitas visual siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3). https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.34095
Sujana, D. (2015). Identifikasi kesenian tradisional Provinsi Banten. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.
Sukadari, S., Suyata, S., & Kuntoro, S. A. (2015). Penelitian etnografi tentang budaya sekolah dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 3(1), 58–68. https://doi.org/10.21831/jppfa.v3i1.7812
Suryadi, S. (2022). Implementasi pendidikan karakter dan nilai religius siswa melalui seni budaya Debus Banten. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(5), 188–195. https://doi.org/10.5281/zenodo.6410560

